Bedah Buku “Hermeneutika Gender: Perempuan Dalam Tafsir Bahr al-Muhith” bersama Dr Faisol Fatawi

October 10, 2019


Tarikh: Jumaat 18 Oktober 2019
Waktu: 7PM – 10PM
Tempat: Graha Pemuda, Sri Hartamas, Kuala Lumpur 

Daftar di: https://www.eventbrite.com/e/bedah-buku-hermeneutika-gender-perempuan-dalam-tafsir-bahr-al-muhith-tickets-76286393657

 

Persoalan gender menjadi salah satu isu yag lahir dalam budaya demokratis. Isu ini semakin hangat diperbincangkan seiring dengan budaya demokratis yang memberi penghargaan kepada seseorang berdasarkan kemampuan dan jasanya. Peran laki-laki dan perempuan pun tidak lagi dipandang dari aspek perbedaan biologis, tetapi aspek gender. Pendefinasian peran ini pun tak lepas daripada justifikasi agama. Sementara itu pemahaman terhadap agama sendiri sering dituding bias diskriminasi kaum laki-laki. Maka tak pelik, isu agama dan gender pun menjadi isu yang seksi untuk didiskusikan.

Tafsir Bahr al-Muhith karya Abu Hayyan al-Andalusi menjadi salah satu tafsir yang mengupas gender secara apik. Gender dalam tafsir ini dipahami sebagai pembedaan non biologis. Tetapi, persoalan gender itu terkait dengan konstruksi budaya, meskipun secara biologis tetap tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Kerana itu, peran dan fungsi sosial antara laki-laki dan perempuan bisa dipertukarkan dan digantikan. Perempuan bukanlah “yang lain” yang harus dipandang rendah atau dikesampingkan. Secara gender, keduanya memiliki kedudukan yang sama, peran dan fungsi sosialnya bisa digantikan.

Abu Hayyan memperhatikan aspek-aspek gramatikal dan balaghah serta mengulas hukum-hukum fiqh. Ia banyak menukil penafsiran Imam Zamakhsyari dan Ibn Athiyah, terutama dalam persoalan-persoalan nahwu. Kemudian ia mengakhiri pendapat kedua Imam tafsir tersebut dengan ulasan dan catatan kritis. Di tengah arus perubahan sosial seperti sekarang ini, kajian mengenai perempuan dan gender dalam sebuah kitab tafsir seperti ini menjadi penting, karena sejauh ini telah terjadi jurang antara realitas dan teks. Menelusuri gagasan tentang gender dan agama dalam kitab tafsir penting dilakukan dalam rangka membongkar wacana keagamaan yang dominan (logosentrisme), yang seringkali dijadikan legitimasi terhadap praktik ketidakadilan gender di tengah masyarakat. Karena Islam dibangun dalam tradisi peradaban teks. Kitab tafsir sebagai rujukan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari praktik peradaban itu, maka, mengkaji gender melalui kitab tafsir merupakan bagian daripada pembongkaran terhadap logosentrisme tersebut; menelusuri apa yang dipikirkan, apa yang tidak dipikirkan, dan apa yang tidak terpikirkan.

 

Tentang Penulis

Dr M. Faisol Fatawi adalah pensyarah di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Meraih gelar Doktor (Dr.) di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2015, pada konsentrasi Pemikiran Islam. Disertasi beliau berjudul “Naratologi al-Qur’an: Struktur dan Fungsi Naratif Kisah Nabi Musa dalam al-Qur’an”. Beliau telah menerjemahkan buku-buku keislaman dan sastra Arab kedalam bahasa Indonesia, diantaranya Naguib al-Kailani, Merpati Ladang Kapas (2001), Khalil Abdul Karim, Hegemoni Quraisy (2002), Ali Harb, Kritik Nalar al-Qur’an (2003), Naguib Mahfoudz, Demit (2003), dan Khalil Abdul Karim, Historisitas Syari’ah Islam (2003). Beliau juga telah menulis beberapa buku, diantaranya Tafsir Sosiolinguistik (2009), Hermeneutika Gender (2011), dan Seni Menerjemah (2009). Dr M. Faisol turut menjadi kontributor penulisan buku Intelektualisme Islam: Melacak Akar-akar Integrasi Ilmu dan Agama (2009), Pemikiran Islam: Sebuah Catatan Ensiklopedis (2012), Kitab Santri: Antologi Pengalaman dan Pendidikan Moral di Pesantren (2018), dan Aku, Buku, dan Peradaban (2018). Selain itu, beliau juga aktif dalam organisasi sosial keagamaan; menjadi Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) PCNU Kota Malang, Wakil Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Wilayah Jawa Timur. Beliau juga ialah Founder Halaqah Literasi, sebuah forum pegiat literasi yang berkomitmen untuk menggerakkan dunia literasi anak negeri dengan menginformasikan ide dan pengalaman dalam sebuah karya tulis.

 

Program

700-800PM:    Solat dan makan malam

800-810PM:    Pengenalan oleh Pengerusi, Ustaz Mohd Rashidi Nasharuddin

810-900PM:    Bedah buku oleh Dr Faisol Fatawi

900-1000PM:  Diskusi

 

Anjuran: Islamic Renaissance Front