Bedah Buku “Tafsir Sosiolinguistik: Memahami Huruf Muqata’ah dalam al-Qur’an ”bersama Dr Faisol Fatawi

February 3, 2020


Date: Friday, 28th February 2020
Time: 7PM – 10PM
Venue: Graha Pemuda, Sri Hartamas, Kuala Lumpur

 

Daftar dihttps://www.eventbrite.com/e/bedah-buku-tafsir-sosiolinguistik-bersama-dr-faisol-fatawi-tickets-92549495031

 

Buku yang berjudul “Tafsir Sosiolingiustik” ini mengajak kita untuk menyelami kandungan Al-Qu’ran dengan perspektif sosiolinguistik untuk memahami huruf muqatha’ah dalam al-Qu’ran. Tidak banyak buku yang menyelami kandungan Al-Qu’ran dengan perspektif sosiolinguistik seperti buku buah karya M. Faisol Fatawi ini. Kerangka filosofis dalam berfikirnya dapat menggugah hati nurani yang sulit ditemukan pada buku-buku lain.

Huruf muqatha’ah merupakan bahasa Al-Qu’ran sebagai fakta kebahasaan telah menjadikan bahasa Arab sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan Ilahi melalui seorang Nabi kepada umatnya. Kata dalam bahasa Arab biasanya disusun dari minimal satu huruf hingga lima huruf. Begitu juga huruf muqatha’ah ada yang terdiri dari satu huruf seperti qof, nun, dan shad. Ada yang dua huruf seperti hāmīm (dari huruf ha dan mim), thāha (dari huruf tha dan ha) dan yāsīn ( dari huruf ya dan sin). Ada yang tiga huruf seperti alif lam mim, alif lam ro dan lain-lainnya. Sosiolinguistik adalah salah satu disiplin ilmu yang terdapat dalam kajian linguistik. Ilmu ini memfokuskan kajiannya pada keterkaitannya antara bahasa dengan kondisi sosial yang melingkupinya; mempelajari budaya melalui bahasa dan mempelajari bahasa melalui budaya. Ada keterkaitan yang erat antara praktik berbahasa dengan budaya, dan sebaliknya ada keterkaitan antara praktik budaya dengan praktik berbahasa.

Sebagai genre bahasa yang unik, huruf muqatha’ah yang dipakai dalam Al-Qu’ran dalam konteks penolakan orang-orang Arab yang tidak mahu menerima ajaran yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. Sudah maklum, bahwa masyarakat Arab pra-Islam adalah orang-orang yang ahli di bidang bahasa. Mereka menggunakan bahasa Arab dengan penuh kefasihan dan kejelasan. Mereka adalah para ahli seni bertutur dan berucap (bulaghâ’ wa ahl al-bayân). Keahlian masyarakat Arab pra-Islam dalam hal bahasa tidak dapat ditandingi oleh masyarakat manapun pada zamannya.

Karena itu masyarakat Arab mengklaim bahwa Al-Qur’an bukan merupakan firman Allah, maka tidak mengherankan jika tantangan pertama yang dilontarkan oleh Al-Qur’an kepada mereka yang ragu, adalah menyusun kalimat semacam Al-Qur’an sebagaimana disebutkan “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain” (QS. Al-Isra’: 88). Oleh karena itu dalam konteks komunikasi yang khas, kekhasan komunikasi seperti ini tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial budaya dan agama masyarakat Arab.

Melalui buku ini kita akan memahami bahwa huruf muqatha’ah telah dipakai oleh Al-Qu’ran sebagai komunikasi yang efektif dalam rangka mengubah cara berpikir masyarakat Arab yang tribal-paganistik, supaya mereka mahu menerima ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang telah diwahyukan oleh Allah SWT.

 

Tentang Penulis

Dr M. Faisol Fatawi adalah pensyarah di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Meraih gelar Doktor (Dr.) di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2015, pada konsentrasi Pemikiran Islam. Disertasi beliau berjudul “Naratologi al-Qur’an: Struktur dan Fungsi Naratif Kisah Nabi Musa dalam al-Qur’an”. Beliau telah menerjemahkan buku-buku keislaman dan sastra Arab kedalam bahasa Indonesia, diantaranya Naguib al-Kailani, Merpati Ladang Kapas (2001), Khalil Abdul Karim, Hegemoni Quraisy (2002), Ali Harb, Kritik Nalar al-Qur’an (2003), Naguib Mahfoudz, Demit (2003), dan Khalil Abdul Karim, Historisitas Syari’ah Islam (2003). Beliau juga telah menulis beberapa buku, diantaranya Tafsir Sosiolinguistik (2009), Hermeneutika Gender (2011), dan Seni Menerjemah (2009). Dr M. Faisol turut menjadi kontributor penulisan buku Intelektualisme Islam: Melacak Akar-akar Integrasi Ilmu dan Agama (2009), Pemikiran Islam: Sebuah Catatan Ensiklopedis (2012), Kitab Santri: Antologi Pengalaman dan Pendidikan Moral di Pesantren (2018), dan Aku, Buku, dan Peradaban (2018). Selain itu, beliau juga aktif dalam organisasi sosial keagamaan; menjadi Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) PCNU Kota Malang, Wakil Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Wilayah Jawa Timur. Beliau juga ialah Founder Halaqah Literasi, sebuah forum pegiat literasi yang berkomitmen untuk menggerakkan dunia literasi anak negeri dengan menginformasikan ide dan pengalaman dalam sebuah karya tulis.

 

Program: 

700-800PM:    Solat dan makan malam

800-810PM:    Pengenalan oleh Pengerusi, Ustaz Mohd Rashidi Nasharuddin

810-900PM:    Bedah buku oleh Dr Faisol Fatawi

900-1000PM:  Diskusi

 

Anjuran: Islamic Renaissance Front